G bukan tipe orang yang suka baca chain e-mail - menurut g kadang useless, menuh2in inbox. Tapi kadang memang bagus, informatif dan membangun. Tetapi ada juga yang sangat-sangat tidak ada dasar yang jelas - cuma nyomot sana nyomot sini dari sumber2 ga jelas dan ditambah2 tingkat kedramatisannya, plus lagi catatan kaki di bawah: “kalau msg ini tidak diforward ke trilyunan orang F$%#^@*>^ akan terjadi padamu”
Nah chain e-mail yang dibawah ini g diforward dari romi, mudah2an dia ga keberatan g kritik e-mail ini yang g terima dari dia. Semua kritik bukan berarti g ga setuju, tapi ada hal2 yang perlu kita cermati sebelum menelan mentah mentah ide-ide populer semacam ini. Telaah lebih lanjut, timbang baik buruk baru terima atau depak. Kalau perlu kita lakukan media wacana untuk membahas ide-ide tersebut, tentunya usahakan dengan orang yang tingkat intelektual kurang lebih sama, karena kalo tidak yang ada jadinya yg satu ngajarin yang laen.
Tahukah Kita?
Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.
>>Tuhan juga kasi leher toh? Buat apa itu trus? Gimana dengan lihat ke atas? ke bawah? Trus kalau lihat kedepan terus, ada batu dibawah, kelihatan ga?
Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.
>>Perlu diingat kedua telinga manusia tidak tepat menghadap kedua sisi - tetapi condong kedepan. Dari sisi biologis dan penginderaan hal ini memang harus begini agar manusia bisa menentukan arah datangnya suara. Tapi if the anonymous writer use that kind of sight - i can as well. Telinga dibuat begitu untuk mengingatkan kita bahwa prejudice/prasangka, mindset/pola pikir, way of sight/cara pandang SANGAT membuat kita tidak akan pernah melihat suatu hal dari dua sisi secara MURNI. Yang ada hanya Satu sisi condong ke kiri depan, dan Satu sisi lagi condong juga ke kanan depan. Sadari ini - dan JANGAN pernah lagi bilang, “Saya sudah lihat dari seluruh sisi..” Kecuali anda punya alasan benar untuk mengatakan seperti itu, yang untuk hampir seluruh umat manusia, TIDAK MUNGKIN.
Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.
>>Ideas are bulletproof (V for Vendetta). And ideas are a great virus-like power that infests minds and people’s heads and spreads very quickly, even evolves overtime (read: Virus of the Mind). 2 Hal ini menjelaskan struktur budaya kita, tahapan pembelajaran seorang manusia dari bayi yang murni, sampai dewasa yang menyerap semua yang ada disekitarnya termasuk ide, cara pikir. Dan kita akan terus membawa segala ide2 bawaan, serapan dan pengajaran dari lingkungan SAMPAI kita mati. Sekarang katakan pada saya berapa diantara anda yang telah memikirkan sebuah ide orisinil yang sedikit atau tidak dipengaruhi ide-ide yang anda bawa sejak lahir sampai saat ide itu muncul? BAHKAN penemu penemu tingkat dunia punya dasar penemuan ide dan teori2nya, yang terutama berasal dari alam. TIDAK ADA itu yang namanya Hak atas kekayaan intelektual. TIDAK ADA ide yang orisinil didunia ini. Yang ada HANYA penambahan dan evolusi ide ide yang berputar disekitar kita - dari kepala ke kepala, dari media ke media. Kutipan dari Roosevelt (CMIIW, lupa Lincoln apa Roosevelt), “Ide tidak dapat dikategorikan sebagai hak milik. Hak Milik diberikan kepada orang lain dan menjadi miliknya. Tetapi bila sebuah ide dikemukakan maka sang pengemuka dan pendengar keduanya memiliki ide tersebut”. Sekarang, apa yang anda pikirkan di otak lebih berharga dari emas? Memang, KALAU itu ide yang berguna. Kalau TIDAK? Satu lagi, berapa banyak anak muda yang BENAR-BENAR menggunakan OTAKNYA? Berapa banyak yang HANYA menyampaikan informasi dari mulut ke mulut? HANYA punya ide orang lain di otaknya? Saya setuju dengan kita tetap kaya karena kita punya otak. TAPI ADA BEDANYA orang kaya yang BAHAGIA dan kaya tapi TIDAK BAHAGIA. Yang BAHAGIA adalah yang MENGGUNAKAN KEKAYAANNYA, betul bukan?
Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.
>>This might be misleading. Bukan dengar sebanyak banyaknya, tapi mengertilah sebanyak banyaknya. 2 mata dan 2 telinga - bukan HANYA 2 telinga. 2 indera disebutkan berarti bukan hanya 1 yang dipake toh? makin banyak indera berarti makin banyak informasi diserap. Ada bedanya mendengar dengan berempati serta mengerti. Orang bilang pembicara terbaik adalah pendengar terbaik. Dan pendengar terbaik yang dimaksud adalah yang tau informasi mana yang penting dan mana yang tidak. Mana yang perlu klarifikasi lebih lanjut - mana yang merusak tatanan pikir - mana yang butuh respon dan yang tidak - dan ini tidak dipelajari dalam semalam atau setelah anda membaca buku motivasi Dale Carnegie. U need your mouth to practice. Berbicaralah sebanyak mungkin dan sadarilah bahwa MAKIN PINTAR anda bicara MAKIN SEDIKIT anda perlu bicara.
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.
>>Memangnya hati kita ada di orang lain? Kata2 ini awalnya bagus lama2 makin rusak. HATIMU ADA DIDALAMMU SENDIRI. Jadi jika hati itu perlambang cinta kasih dan penghargaan diri, maka SEJATINYA asalnya dari DALAM. I want to say this to people out there reading: THOSE WHO DOES NOT LOVE THEMSELF DOES NOT DESERVE TO LOVE ANYONE ELSE. Belajar mencintai diri sendiri, menghargai apa adanya dirimu. Orang yang tidak menghargai diri sendiri tidak akan dapat murni menghargai hal lain diluar dirinya. Penghargaan terhadap hal lain hanya akan jadi pembenarannya bahwa hidupnya tidak berharga tanpa hal hal tersebut. Hal hal tersebut termasuk CINTA yang digembor2kan di dunia ini - dunia yang melihat dari kacamata mitos, asumsi berlebih, dramatized fairy tales. WAKE UP. Smell and enjoy the Coffee - the BITTER coffee - then anything else tastes better, karena sekarang indera pengecapmu sudah netral.
Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.
>> Well, can’t say anything for this. Cuma satu kritik g - adakah cinta yang lebih indah dari cinta yang lain? Apa cinta ayah -anak/ibu-anak, kakak-adik, lebih tidak indah dibanding cinta dengan pasangan? Kalau masih mengkategorisasi cinta anda masih bilangan orang yang hidup dalam dunia yang saya sebutkan diatas, penuh asumsi hasil budidaya manusia. Not that it;s wrong - by the way. It’s a matter of choice
Well i am always open for corrections, scams and critics. Tapi 1 hal yang g nikmatin adalah diskusi yang baik. Di dunia instan, terpaket, dipercepat perkembangannya secara buatan seperti dunia ini small enjoyment of human intelligence semacam itu mahal harganya.